Tampilkan postingan dengan label SKL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Analisis SKL, KI, KD Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 Revisi 2017

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 KD Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum  Analisis SKL, KI, KD Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 Revisi 2017
Analisis SKL, KI, KD Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 Revisi 2017

SKL,KI,KI SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017 - Analisis SKL, KI, KD Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 Revisi 2017

Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak digulirkannya pada tahun 2013. Perbaikan kurikulum tersebut berlandaskan pada landasan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidian dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelaksanaan perbaikannya juga atas dasar masukan dari berbagai lapisan publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia persekolahan) terhadap ide, dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi dari berbagai media. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi serta masukan publik tersebut, terdapat beberapa masukan umum, antara lain adanya pemahaman yang kurang tepat oleh masyarakat yang diakibatkan oleh format penyajian dan nomenklatur dalam Kurikulum 2013: (1) Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan KD pada KI-2 yang dianggap kurang logis dikaitkan dengan karakteristik mata pelaajaran; (2) terindikasi adanya inkonsistensi antara KD dalam silabus dan buku teks (baik lingkup materi maupun urutannya); (3) belum ada pernyataan eksplisit dalam dokumen kurikulum tentang perlunya peserta didik lebih melek teknologi; (4) format penilaian dianggap terlalu rumit dan perlu penyederhanaan; (5) penegasan kembali pengertian pembelajaran saintifik yang bukan satu-satunya pendekatan dalam proses pembelajaran di kelas; (6) penyelerasan dan perbaikan teknis buku teks pelajaran agar mudah dipelajari oleh peserta didik.
Download juga Analisis SKL, KI, KD IPS Kelas VIII Kurikulum 2013 Revisi 2017
Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan anatara SKL, KI, KD, pembelajaran, penilaian dan buku teks.

Perbaikan tersebut pada tahun 2017 disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan melibatkan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai gerakan nasional revolusi mental (Pasal 1 ayat [1]). PPK mengedepankan lima nilai utama karakter yaitu religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Penguatan lima nilai karakter tersebut akan dapat mendorong peserta didik untuk memiliki keterampilan Abad 21 yang dibutuhkan dalam meniti kehidupan, seperti keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), keterampilan berkolaborasi (collaboration skills), keterampilan berkreasi (creativities skills), dan keterampilan berkomunikasi (communication skills).

Perbaikan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan kurikulum sebagai berikut.
1. Keselarasan (Alignment)
Antara dokumen SKL, KI, KD, Buku Peks Pelajaran, Pembelajaran, dan Penilaian Hasil Belajar harus selaras dari aspek kompetensi, lingkup materi, nilai-nilai karekter, serta keterampilan Abad 21
2. Mudah Dipelajari (Learnable)
Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan dalam KD mudah dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis dan aspek pedagogis.
3. Mudah Diajarkan (Teachable)
Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan pada KD mudah diajarkan oleh guru sesuai dengan gaya belajar peserta didik, karakteristik mata pelajaran, karakteristik kompetensi, dan sumber belajar yang ada di lingkungan. Sehingga dapat menguatkan dan meningkatkan keterampilan Abad 21 pada peserta didik.
4. Terukur (Measurable)
Kompetensi dan materi yang diajarkan terukur melalui indikator yang mudahdirumuskan dan layak dilaksanakan.
5. Bermakna untuk Dipelajari (Worth to be learnt)
Kompetensi dan materi yang diajarkan mempunyai kebermaknaan bagi peserta didik sebagai bekal kehidupan.
Download juga analisis SKL, KI, KD PPKN Kelas VIII SMP/MTS Kurikulum 2013 Revisi 2017
Memperhatikan perkembangan perbaikan kurikulum di atas, maka diperlukan beberapa contoh praktis yang dibutuhkan guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan tepat yang berkaitan dengan pembelajaran dan penilaian, serta unsur penunjang lainnya,

Untuk membantu guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 tersebut, berikut ini saya bagikan Analisis SKL, KI, KD dan materi pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 revisi 2017 dengan harapan dapat membantu anda dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Untuk mendapatkan lengkap perangkat pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP Kurikulum 2013 revisi 2017 silahkan klik disini.


Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jumat, 01 Februari 2019

Analisis SKL, KI, KD PJOK Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Standar  Kompetensi  Lulusan  adalah  kriteria mengenai  kualifikasi  kemampuan lulusan  y Analisis SKL, KI, KD PJOK Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017
Analisis SKL, KI, KD PJOK Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017
SKL, KI, KD Kurikulum 2013 Revisi 2017 - Analisis SKL, KI, KD PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tahun Pelajaran 2018/2019

Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus
diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Dalam setiap rumusan KDterdapat unsur kemampuan berpikir yang dinyatakan dalam kata kerja dan materi. Contoh,
KD 3.1 Menganalisis keterampilan gerak salah satu permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik.
KD 4.1 Mempraktikkan hasil analisis keterampilan gerak salah satu permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik .
  • Standar Kompetensi Lulusan merupakan muara utama pencapaian semua mata pelajaran pada satuan pendidikan/ jenjang pendidikan tertentu
  • Kompetensi Inti merupakan pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu
  • Kompetensi Dasar (KD); merupakan tingkat kemampuan suatu pokok bahasan pada mata pelajaran yang mengacu pada Kompetensi inti.
  • Penguatan pendidikan karakter melalui kemampuan berliterasidiintegrasikan dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi tersebut.
Download juga Analisis SKL, KI, KD Bahasa Jerman Kelas X SMA K13 Revisi 2017
Pengembangan indikator dan materi pembelajaran merupakan merupakan dua kemampuan yang harus dikuasai seorang guru sebelum mengembangkan RPP dan melaksanakan pembelajaran. Melalui pemahaman keterkaitan kompetensi (SKL-KI-KD), maka pendidik yang mengampu mata pelajaran Penjasorkes dapat merumuskan indikator pencapaian kompetensi pengetahuan terkait dengan dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif serta indikator keterampilan berkaitan tidak hanya keterampilan bertindak tetapi juga keterampilan berpikir yang juga dikatakan sebagai keterampilan abstrak dan konkret. Selain itu dalam proses pembelajaran diharapkan juga untuk mengintegrasikan literasi dan meningkatkan nilai-nilai karakter, serta mengembangkan keterampilan Abad 21.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Karakteristik Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, antara lain sebagai berikut.
a. Menitik beratkan pada peningkatan gerak manusia. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.
b. Berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya.
Download juga Analisis SKL, KI, KD Fisika Kelas X SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017
Melalui pendidikan jasmani, diharapkan anak didik memperoleh berbagai pengalaman belajar yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani dan kebiasaan hidup sehat serta memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap gerak manusia. Di samping itu, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan membantu peserta didik mengembangkan pemahaman tentang apa yang mereka perlukan untuk membuat komitmen seumur hidup tentang arti penting hidup sehat, aktif dan mengembangkan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang memuaskan dan produktif. Sehingga berdampak pada meningkatkan produktivitas dan kesiapan untuk belajar, meningkatkan semangat, mengurangi ketidakhadiran, mengurangi biaya perawatan kesehatan, penurunan kelakuan anti-sosial seperti bullying dan kekerasan, mempromosikan hubungan yang aman dan sehat, dan meningkatkan kepuasan pribadi.

Untuk melakukan analisis kompetensi dan mengembangkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) disarankan agar Anda memperhatikan karakteristik mata pelajaran Penjasorkes tersebut di atas, serta mempelajari karakteristik peserta didik dengan mengembangkan nilai utama karakter yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas, serta mengembangkan keterampilan Abad 21 terkait dengan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skills), keterampilan berkolaborasi (CollborationSkills), keterampilan berkreasi (Creativities Skills), dan keterampilan berkomunikasi (Communication Skills) sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar. Gambar di bawah ini menggambarkan rangkaian kegiatan dalam analisis kompetensi untuk menjabarkan IPK dan materi dari suatu KD, baik untuk KD-KI 3 maupun KD-KI 4.
Untuk mendapatkan Analisis SKL, KI, KD PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017 Tahun Pelajaran 2018/2019 atau bisa juga dengan mengklik halaman disini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.